Sepp Blatter Sebut Tuan Rumah Piala Dunia 2018 Direkayasa

Presiden FIFA non-aktif Sepp Blatter sebut tuan rumah Piala Dunia 2018 direkayasa. Sepp Blatter mengungkapkan itu dalam wawancara bersama Kantor Berita Rusia, TAS. Sepp Blatter mengaku FIFA telah meraih kesepakatan untuk menunjuk rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 sebelum pemungutan suara dilakukan pada tanggal 2 Desember 2010.

Saat itu Sepp Blatter bersama 24 anggota Komite Eksekutif FIFA meraih kesepakatan untuk memilih Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Selain itu, mereka juga sepakat untuk menunjuk Amerika Serikat sebagai tuan rumah selanjutnya yaitu Piala Dunia 2022.

Sepp Blatter Sebut Tuan Rumah Piala Dunia 2018 Direkayasa

Sepp Blatter Sebut Tuan Rumah Piala Dunia 2018 Direkayasa

“Pada 2010 kami berdiskusi soal tuan rumah Piala Dunia. Lalu kami pun sepakat membuat dua keputusan. Untuk Piala Dunia 2018, kami sepakat tuan rumahnya Rusia. Sebab belum pernah Piala Dunia digelar di kawasan Eropa Timur,” kata Sepp Blatter.

Sepp Blatter melanjutkan, “Lalu pada 2022, kami kembali ke Amerika. Dengan demikian kami akan menggelar dua Piala Dunia di dua negara terbesar di dunia.” Namun rencana kedua tersebut gagal dan akhirnya Qatar ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Sepp Blatter menyebut Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Presiden UEFA Michel Platini membatalkan rencana kedua tersebut. “Segala sesuatunya berjalan dengan baik namun kemudian berubah ketika Nicolas Sarkozy mendatangi pertemuan dengan ditemani Putra Mahkota Qatar yang kini menjadi penguasa Qatar,” kata Sepp Blatter.

Sepp Blatter menjelaskan, “Setelah makan siang dengan Michel Platini, ia mengatakan adalah hal yang lebih baik jika tuan rumah Piala Dunia 2022 dimenangi Qatar. Dan sejak saat itulah semuanya mulai berubah.” Tidak seperti penunjukan Rusia, pemungutan suara untuk tuan rumah Piala Dunia 2022 berjalan alot.

Sepp Blatter mengatakan ada 4 anggota Komite Eksekutif FIFA dari Eropa yang membelot dari awalnya mendukung Amerika Serikat kemudian mendukung Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Saat itu dua anggota yaitu Reynald Terarii dan Amos Adamu terkena sanksi sehingga tidak ikut pemungutan suara.

Setelah melalui empat putaran pemungutan suara, Qatar akhirnya ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 setelah meraih 14 suara, sementara Amerika Serikat meraih 8 suara. “Jika 4 suara tersebut konsisten mendukung Amerika Serikat, saya yakin tidak akan ada masalah dalam tubuh FIFA saat ini,” kata Sepp Blatter.

Sepp Blatter Sebut Tuan Rumah Piala Dunia 2018 Direkayasa

The post Sepp Blatter Sebut Tuan Rumah Piala Dunia 2018 Direkayasa appeared first on Bulet.in.